✦ Selamat Idul Fitri 1447 H πŸŒ™ Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Kembali ke Daftar
✦ Shalat ✦
46

Syarat Jamak Takdim

☽ Teks Arab
(فءل) شروط Ψ¬Ω…ΨΉ Ψ§Ω„ΨͺΩ‚Ψ―ΩŠΩ… Ψ£Ψ±Ψ¨ΨΉΨ© : Ψ§Ω„Ψ¨Ψ―Ψ§Ψ‘Ψ© Ψ¨Ψ§Ω„Ψ£ΩˆΩ„Ω‰ ΩˆΩ†ΩŠΨ© Ψ§Ω„Ψ¬Ω…ΨΉ ΩˆΨ§Ω„Ω…ΩˆΨ§Ω„Ψ§Ψ© Ψ¨ΩŠΩ†Ω‡Ω…Ψ§ ΩˆΨ―ΩˆΨ§Ω… Ψ§Ω„ΨΉΨ°Ψ± .
β—ˆ Transliterasi Latin
Fashl. Syuruuthu jam'it-taqdiimi arba'atun: al-bidaatu bil-uulaa, wa niyyatul-jam'i fiihaa, wal-muwaalatu baynahumaa, wa dawaamul-'udzri.
✦ Terjemahan
Pasal. Syarat sah jamak takdim (menggabungkan dua shalat di waktu shalat yang pertama) ada empat: dimulai dari shalat yang pertama, niat jamak dilakukan pada shalat pertama, berkesinambungan antara keduanya (tidak ada jeda panjang), dan uzur masih berlangsung hingga selesai shalat pertama.
❖ Penjelasan

Syarat Jamak Takdim

Jamak takdim adalah menggabungkan dua shalat dengan mengerjakan keduanya di waktu shalat yang pertama. Contoh: mengerjakan shalat Zuhur dan Ashar bersama-sama di waktu Zuhur, atau Maghrib dan Isya di waktu Maghrib. Ini adalah rukhsah (keringanan) yang diberikan Islam bagi musafir dan orang dalam kondisi tertentu.

Uzur yang Membolehkan Jamak

Jamak shalat dibolehkan karena uzur-uzur syar'i yang diakui: perjalanan jauh (safar) minimal dua marhalah (~80 km), hujan lebat, sakit yang memberatkan, dan kondisi darurat lainnya yang dibenarkan syariat.

Empat Syarat Jamak Takdim

  1. Dimulai dari Shalat yang Pertama: Wajib mengerjakan shalat pertama (misalnya Zuhur) terlebih dahulu sebelum shalat kedua (Ashar). Tidak sah mendahulukan Ashar di waktu Zuhur dalam jamak takdim.
  2. Niat Jamak pada Shalat Pertama: Niat untuk menjamak harus dilakukan selambat-lambatnya sebelum salam shalat pertama. Tidak boleh berniat jamak setelah shalat pertama selesai.
  3. Berkesinambungan (Muwalat): Antara shalat pertama dan kedua tidak boleh ada jeda panjang yang tidak berkaitan dengan shalat. Boleh berwudu di antara keduanya jika batal, karena masih berkaitan dengan shalat.
  4. Uzur Masih Berlangsung: Uzur harus masih ada setidaknya hingga shalat pertama selesai. Jika uzur hilang sebelum shalat pertama selesai, jamak takdim tidak sah dan shalat kedua harus dikerjakan di waktunya sendiri.

Catatan

Shalat yang dapat dijamak hanya: Zuhur dengan Ashar, dan Maghrib dengan Isya. Shalat Subuh tidak boleh dijamak dengan shalat apapun.

Dalil

Ψ¬ΩŽΩ…ΩŽΨΉΩŽ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„Ω Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω ο·Ί Ψ¨ΩŽΩŠΩ’Ω†ΩŽ الظُّهْرِ ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’ΨΉΩŽΨ΅Ω’Ψ±Ω ΩˆΩŽΨ¨ΩŽΩŠΩ’Ω†ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω…ΩŽΨΊΩ’Ψ±ΩΨ¨Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’ΨΉΩΨ΄ΩŽΨ§Ψ‘Ω فِي Ψ§Ω„Ψ³ΩŽΩ‘ΩΩŽΨ±Ω

"Rasulullah SAW menjamak antara Zuhur dan Ashar, serta antara Maghrib dan Isya dalam perjalanan." (HR. Muslim)

✦ β—ˆ ✦
✦ β—ˆ ✦ β—ˆ ✦

Kitab Safinatun Najah Β· Syaikh Salim bin Samir Al-Hadhrami Β· Mazhab Syafi'i

↑