✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Hal-Hal yang Dilarang
Kitab 18 · Bab 4

Larangan Mengadu Domba (Namimah), Yaitu Menyampaikan Perkataan dari Seseorang kepada Orang Lain dengan Tujuan Merusak

✦ 5 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ﴾[سورة القلم(11)]
Terjemahan
Allah berfirman: "(Yaitu) orang-orang yang suka menyebarkan berita bohong." (QS. Al-Qalam: 11)

Penjelasan singkat: Ayat ini menggambarkan sifat tercela yang mencakup tiga hal: "hammaz" (suka mencela), "masysyaa'" (banyak berjalan), dan "binamiim" (menyebarkan adu domba). Inti pelajarannya adalah larangan keras untuk mengumpulkan dan menyebarkan keburukan orang lain, baik dengan ucapan, tulisan, maupun tindakan. Perilaku ini merusak persaudaraan, menimbulkan permusuhan, dan termasuk dosa besar yang menghancurkan kehormatan diri dan orang lain. Seorang muslim wajib menjaga lisan dan menjauhi segala bentuk ghibah serta namimah.

# 2
وقال تعالى: ﴿مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ﴾[سورة ق(18)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qaf: 18)

Penjelasan singkat: Ayat ini mengingatkan bahwa setiap perkataan manusia, baik kecil maupun besar, dicatat oleh malaikat yang senantiasa mengawasi. Ini menjadi dorongan untuk selalu menjaga lisan, berkata jujur, baik, dan bermanfaat, serta menjauhi perkataan dusta, ghibah, dan sia-sia. Kesadaran akan pengawasan Allah ini melatih keikhlasan dan tanggung jawab atas segala ucapan.

# 3
وعَنْ حذَيْفَةَ رضي اللَّه عنهُ قالَ : قال رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا يَدْخُلُ الجنةَ نمَّامٌ» متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang suka menyebarkan namimah (adu domba)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan: Namimah adalah menyebarkan perkataan untuk mengadu domba antara dua pihak atau membocorkan rahasia percakapan dengan niat jahat. Pelakunya diancam tidak masuk surga, menunjukkan betapa besar dosanya.

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan ancaman keras bagi pelaku namimah (adu domba), yaitu dihalangi dari masuk surga. Ini menunjukkan bahwa perbuatan menyebarkan ucapan untuk memecah belah dan menimbulkan permusuhan termasuk dosa besar yang merusak persaudaraan. Hikmahnya, seorang Muslim wajib menjaga lisan, menghindari gosip, dan hanya menyampaikan perkataan yang mendatangkan kebaikan dan perdamaian.

# 4
وعَنْ ابن عَباسٍ رضي اللَّه عَنْهُمَا أنَّ رَسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : مرَّ بِقَبريْنِ فقال : «إنَّهُمَا يُعَذَّبان ، وَمَا يُعَذَّبَانِ في كَبيرٍ ، بَلى إنَّهُ كَبيرٌ : أمَّا أحَدُهمَا ، فَكَانَ يمشِي بالنَّمِيمَةِ، وأمَّا الآخرُ فَكَانَ لا يسْتَتِرُ مِنْ بولِه » . متفقٌ عليه ، وهذا لفظ إحدى روايات البخاري . قالَ العُلَماءُ : معْنَى: «وما يُعَذَّبَانِ في كَبيرٍ» أيْ كبير في زَعْمِهما وقيلَ: كَبِيرٌ تَرْكُهُ عَلَيهما.
Terjemahan
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ melewati dua kuburan lalu bersabda: "Sesungguhnya kedua penghuninya sedang disiksa, dan mereka disiksa bukan karena dosa besar (menurut anggapan mereka). Namun itu memang besar: Adapun salah seorang dari mereka, dahulu suka berjalan dengan namimah (mengadu domba). Dan yang lain, dahulu tidak bersuci dari kencingnya." (Muttafaqun 'alaih, dan ini lafaz salah satu riwayat Al-Bukhari).
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan dua dosa yang dianggap remeh tapi berakibat siksa kubur: namimah (mengadu domba) dan tidak menjaga kebersihan dari najis (kencing). Ini peringatan keras agar tidak meremehkan dosa apa pun.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan bahwa dosa "kecil" yang diremehkan manusia bisa menyebabkan azab kubur yang berat. Dua contohnya adalah mengadu domba (namimah) dan meremehkan kebersihan dari najis, seperti sisa kencing. Intinya, kita harus sangat berhati-hati terhadap semua perbuatan maksiat dan tidak meremehkan dosa apa pun di mata Allah.

# 5
وعن ابن مسْعُودٍ رضي اللَّه عنْهُ أنَّ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ألا أُنَبِّئكُم ما العَضْهُ ؟ هي النَّمِيمةُ ، القَالَةُ بيْنَ النَّاسِ » رواه مسلم . « العَضْهُ » : بفَتْح العين المُهْمَلَةِ ، وإسْكان الضَّادِ المُعْجَمَةِ ، وبالهاءِ على وزنِ الوجهِ، ورُوي : « العِضَةُ » بِكسْرِ العَيْنِ و فَتْحِ الضَّادِ المُعْجَمَةِ عَلى وَزْنِ العِدَةِ ، وهِي : الكذِبُ والبُهتانُ ، وعَلى الرِّواية الأولى : العَضْهُ مصدرٌ ، يقال : عَضَهَهُ عَضْهاً ، أي : رماهُ بالعَضْهِ .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Maukah kuberitahukan kepada kalian apa itu 'Al-'Adhu'? Itulah namimah, yaitu menyebarkan perkataan di antara manusia (untuk mengadu domba)." (HR. Muslim).
Penjelasan: Nabi ﷺ menjelaskan makna istilah 'Al-'Adhu' yang berarti namimah, yaitu perbuatan memindahkan perkataan seseorang kepada orang lain dengan tujuan mengadu domba, merusak hubungan, atau menimbulkan keburukan.

Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan bahwa 'al-'adhu' adalah istilah lain untuk namimah (mengadu domba). Perbuatan ini sangat tercela karena memindahkan perkataan untuk merusak hubungan antar manusia, menimbulkan kebencian, dan memecah belah persaudaraan. Rasulullah ﷺ secara khusus menyebutnya agar umat waspada dan menjauhi perbuatan buruk ini.