✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Hal-Hal yang Dilarang
Kitab 18 · Bab 5

Larangan Menyampaikan Perkataan Orang kepada Penguasa, Dalam Hal yang Tidak Perlu, Seperti Khawatir Terjadi Kerusakan, dll.

✦ 2 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى الْبرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُواْ عَلَى الإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ﴾.
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (QS. Al-Ma'idah: 2)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan prinsip dasar interaksi sosial dalam Islam, yaitu solidaritas untuk kebaikan. Perintah untuk saling menolong dalam kebaikan (al-birr) dan ketakwaan (at-taqwa) menjadi landasan membangun masyarakat yang harmoni. Sebaliknya, larangan keras untuk bekerjasama dalam dosa dan permusuhan (al-'udwan) berfungsi sebagai benteng dari kerusakan kolektif. Dengan demikian, setiap bentuk tolong-menolong harus dievaluasi berdasarkan nilai moral dan tujuan syar'inya.

# 2
وعن ابن مَسْعُودٍ رضي اللَّه عنهُ قالَ : قالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا يُبَلِّغْني أحدٌ من أصْحابي عنْ أحَدٍ شَيْئاً ، فَإنِّي أُحِبُّ أنْ أَخْرُجَ إِليْكُمْ وأنا سليمُ الصَّدْرِ » رواه أبو داود والترمذي .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah salah seorang di antara kalian (sahabatku) menyampaikan kepadaku tentang (keburukan) sahabat yang lain, karena sesungguhnya aku ingin keluar menemui kalian semua dengan hati yang bersih." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi)
Penjelasan: Hadits ini menunjukkan larangan mengadu-domba atau menyebarkan aib sesama Muslim, bahkan kepada pemimpin sekalipun, jika tidak ada kebutuhan syar'i. Nabi ﷺ ingin menjaga hati beliau agar tetap bersih dari prasangka buruk terhadap para sahabatnya.

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan larangan keras untuk mengadu domba (namimah) dan menyampaikan keburukan orang lain, bahkan kepada pemimpin. Nabi ﷺ mencontohkan keinginan untuk selalu menjaga hati agar bersih dari prasangka buruk terhadap sesama Muslim. Hikmahnya adalah menumbuhkan ukhuwah Islamiyah dengan menutup aib dan mendahulukan husnuzan.