✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Hal-Hal yang Dilarang
Kitab 18 · Bab 15

Larangan menimbulkan masalah atau menyakiti orang lain

✦ 3 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا﴾[سورة الأحزاب(58)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata." (QS. Al-Ahzab: 58)

Penjelasan singkat: Ayat ini dengan tegas melarang segala bentuk penyakitan terhadap mukmin, baik fisik maupun non-fisik, tanpa alasan yang benar. Perbuatan tersebut digolongkan sebagai kebohongan (buhtan) dan dosa yang nyata, karena menuduh tanpa dasar. Hikmahnya adalah menanamkan akhlak untuk menjaga kehormatan sesama muslim, menumbuhkan rasa aman dalam komunitas, dan mencegah permusuhan yang timbul dari prasangka serta ucapan atau perbuatan zalim.

# 2
وعنْ عبدِ اللَّه بنِ عَمرو بن العاص رضي اللَّه عنْهُمَا قالَ : قال رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « المُسْلِمُ منْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ ويدِهِ ، والمُهَاجِرُ منْ هَجَر ما نَهَى اللَّه عنْهُ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan dua definisi utama. Pertama, hakikat seorang muslim sejati adalah yang mampu menjaga lisan dan tangannya dari menyakiti sesama muslim. Kedua, hakikat hijrah yang sesungguhnya bukan sekadar berpindah tempat, tetapi meninggalkan segala larangan Allah. Intinya, kesempurnaan iman dan hijrah diukur dari pengamalan, yaitu menjaga hubungan baik dengan manusia (hablum minannas) dan taat kepada Allah (hablum minallah).

# 3
وعنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ أحبَّ أن يُزَحْزحَ عن النَّارِ ، ويَدْخَل الجنَّةَ ، فلتَأتِهِ منِيَّتُهُ وهُوَ يُؤمِنُ باللهِ واليَوْمِ الآخِرِ ، وَلْيَأتِ إلى النَّاسِ الذي يُحِبُّ أنْ يُؤْتَي إليْهِ » رواه مسلم . وهُو بعْضُ حَديثٍ طويلٍ سبقَ في باب طاعةِ وُلاةِ الأمُورِ .
Terjemahan
Dan darinya (Abu Hurairah) ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka hendaklah kematian menjemputnya dalam keadaan ia beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hendaklah ia memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin diperlakukan." (Diriwayatkan oleh Muslim). Ini adalah sebagian dari hadits panjang yang telah disebutkan sebelumnya dalam bab ketaatan kepada penguasa.

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan dua syarat utama untuk meraih keselamatan akhirat. Pertama, menjaga keimanan kepada Allah dan hari akhir hingga ajal tiba. Kedua, menerapkan prinsip emas dalam bermuamalah: memperlakukan orang lain dengan kebaikan sebagaimana kita ingin diperlakukan. Dengan demikian, keselamatan tidak hanya bergantung pada aspek ritual, tetapi juga pada akhlak dan keadilan dalam interaksi sosial.