Kitab 18 · Bab 19
Larangan berprasangka buruk terhadap seorang Muslim tanpa keperluan
✦ 2 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ ﴾[سورة الحجرات(12)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa." (QS. Al-Hujurat: 12)
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan orang beriman untuk menghindari kebanyakan prasangka (su'zhann) karena ia bisa menjadi sumber dosa. Prasangka buruk tanpa dasar yang jelas dapat merusak hubungan persaudaraan, menimbulkan fitnah, dan mendorong pada perbuatan terlarang. Hikmahnya adalah agar kita selalu berhati-hati dalam menilai orang lain, mengedepankan husnuzhan (berprasangka baik), dan menyelidiki kebenaran suatu informasi sebelum mempercayainya.
Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan orang beriman untuk menghindari kebanyakan prasangka (su'zhann) karena ia bisa menjadi sumber dosa. Prasangka buruk tanpa dasar yang jelas dapat merusak hubungan persaudaraan, menimbulkan fitnah, dan mendorong pada perbuatan terlarang. Hikmahnya adalah agar kita selalu berhati-hati dalam menilai orang lain, mengedepankan husnuzhan (berprasangka baik), dan menyelidiki kebenaran suatu informasi sebelum mempercayainya.
# 2
وعنْ أبي هُرَيرةَ رضي اللَّه عنْهُ أنَّ رَسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إيَّاكُمْ وَالظًَّنَّ ، فإنَّ الظَّنَّ أكذَبُ الحَدِيثِ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Hati-hatilah kalian dari prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah ucapan yang paling dusta." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini memperingatkan umat Islam agar menjauhi prasangka buruk (su'uzhan) terhadap sesama. Prasangka yang tidak berdasar digolongkan sebagai "ucapan paling dusta" karena dapat memicu fitnah, merusak hubungan, dan mengakibatkan dosa tanpa bukti nyata. Intinya, Islam menekankan pentingnya menjaga pikiran dan perkataan untuk menjaga keharmonisan sosial serta melindungi kehormatan orang lain.
Penjelasan singkat: Hadis ini memperingatkan umat Islam agar menjauhi prasangka buruk (su'uzhan) terhadap sesama. Prasangka yang tidak berdasar digolongkan sebagai "ucapan paling dusta" karena dapat memicu fitnah, merusak hubungan, dan mengakibatkan dosa tanpa bukti nyata. Intinya, Islam menekankan pentingnya menjaga pikiran dan perkataan untuk menjaga keharmonisan sosial serta melindungi kehormatan orang lain.