✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Hal-Hal yang Dilarang
Kitab 18 · Bab 21

Larangan bergembira atas kesulitan yang dialami seorang Muslim

✦ 3 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ﴾[سورة الحجرات(10)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara." (QS. Al-Hujurat: 10)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa ikatan akidah (keimanan) lebih kuat dan utama daripada segala ikatan duniawi seperti suku, bangsa, atau materi. Status sebagai saudara ini menuntut setiap mukmin untuk saling mencintai, menolong, menjaga kehormatan, dan mendahulukan perdamaian jika terjadi perselisihan. Dengan demikian, persaudaraan iman menjadi pondasi bagi terwujudnya ukhuwah dan persatuan dalam masyarakat muslim.

# 2
وقال تعالى: ﴿إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ۚ ﴾[سورة النور(19)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan keji (berita bohong) tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat." (QS. An-Nur: 19)

Penjelasan singkat: Ayat ini memberikan peringatan keras bagi siapa saja yang senang menyebarkan aib, berita keji, atau fitnah di tengah masyarakat beriman. Ancaman azab yang pedih di dunia dan akhirat menunjukkan betapa besar dosa perbuatan tersebut. Pelajaran utamanya adalah kewajiban setiap muslim untuk menjaga lisan, menutupi aib saudaranya, dan menciptakan lingkungan sosial yang penuh dengan kehormatan dan kasih sayang.

# 3
وعنْ وَاثِلةَ بنِ الأسْقَعِ رضي اللَّه عنْهُ قالَ : قال رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تُظْهِرِ الشَّمَاتَة لأخيك فَيرْحمْهُ اللَّهُ وَيبتَلِيكَ » رواه الترمذي وقال : حديث حسنٌ . وفي الباب حديثُ أبي هريرةَ السابقُ في باب التَّجَسُّسِ : « كُلُّ المُسْلِمِ على المُسْلِمِ حرَامٌ » الحديث .
Terjemahan
Dari Watsilah bin Al-Asqa' radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kamu menunjukkan rasa senang (bergembira) atas musibah saudaramu, nanti Allah akan merahmatinya dan justru mengujimu." (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, ia berkata: hadits hasan).
Dalam bab ini ada hadits Abu Hurairah yang sebelumnya dalam bab tajassus (mengintai): "Setiap muslim terhadap muslim lainnya adalah haram (untuk diganggu)"... dan seterusnya.

Penjelasan singkat: Hadis ini melarang seorang muslim bersikap syamatah, yaitu merasa senang dan menunjukkan kegembiraan atas musibah atau kesulitan yang menimpa saudaranya. Larangan ini mengandung peringatan keras bahwa sikap buruk tersebut justru akan berbalik kepada pelakunya. Allah SWT mungkin akan memberikan rahmat dan pertolongan kepada saudara yang tertimpa musibah itu, sementara pelaku syamatah justru akan mendapat ujian (bala) sebagai akibat dari sikap hatinya yang buruk. Intinya, Islam mengajarkan solidaritas dan kepekaan sosial, bukan kebencian atau kesenangan atas penderitaan orang lain.