✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Hal-Hal yang Dilarang
Kitab 18 · Bab 24

Larangan mengingkari janji

✦ 6 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ ۚ ﴾[سورة المائدة(1)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah janji-janji itu." (QS. Al-Ma'idah: 1)

Penjelasan singkat: Ayat ini memerintahkan orang beriman untuk menunaikan semua bentuk perjanjian ('uqūd). Janji itu mencakup perjanjian dengan Allah (seperti ikrar tauhid dan ibadah), perjanjian dengan sesama manusia (seperti akad jual-beli dan pernikahan), serta janji kepada diri sendiri. Perintah ini menegaskan bahwa menepati janji adalah ciri utama keimanan dan integritas seorang muslim, yang menjadi pondasi terciptanya kepercayaan dan keharmonisan dalam masyarakat.

# 2
وقال تعالى: ﴿ وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا﴾[سورة الإسراء(34)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al-Isra': 34)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan kewajiban mutlak untuk menepati semua bentuk janji dan perjanjian, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Ancaman bahwa janji akan dimintai pertanggungjawaban menunjukkan besarnya kedudukan amanah ini dalam Islam. Dengan demikian, seorang muslim harus menjaga integritas dan kepercayaan dengan selalu memenuhi ikrar dan komitmennya.

# 3
وعَنْ عبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرو بْنِ العاص رضي اللَّه عَنْهُمَا أنَّ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « أرْبعٌ مَنْ كُنَّ فيهِ ، كانَ مُنَافِقاً خالصاً ، وَمَنْ كانتْ فيه خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ ، كانَ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفاقِ حتَّى يدعها : إذا أؤتمِنَ خانَ ، وإذا حدَّثَ كَذَب ، وإذا عاهَدَ غَدَر ، وإذا خَاصَم فَجر » . متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: "Ada empat sifat, barangsiapa memiliki keempatnya maka ia adalah munafik sejati. Dan barangsiapa memiliki salah satu dari sifat-sifat itu, maka ia memiliki satu sifat kemunafikan sampai ia meninggalkannya. (Yaitu) apabila dipercaya ia berkhianat, apabila berbicara ia dusta, apabila berjanji ia ingkar, dan apabila berselisih ia berbuat curang (keluar dari kebenaran)." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menjelaskan ciri-ciri kemunafikan dalam amal perbuatan. Empat sifat utama pengkhianatan amanah, berdusta, ingkar janji, dan curang dalam perselisihan menjadi indikator kuatnya sifat nifaq. Bahkan satu saja dari sifat ini melekat pada seseorang, ia telah membawa benih kemunafikan hingga ia bertaubat dan meninggalkannya. Intinya, keimanan harus dibuktikan dengan menjaga integritas dalam ucapan, janji, amanah, dan perilaku.

# 4
وعن ابن مسْعُودٍ ، وابنِ عُمرَ ، وأنسٍ رضي اللَّه عنهُمْ قَالُوا : قَالَ النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يوْمَ القِيامةِ ، يُقَالُ : هذِهِ غَدْرَةُ فُلانٍ » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud, Ibnu Umar, dan Anas radhiyallahu 'anhum, mereka berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Setiap pengkhianat janji akan memiliki bendera pada hari kiamat, dikatakan: 'Ini adalah pengkhianatan si fulan, si fulan'." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan besarnya dosa pengkhianatan janji di sisi Allah. Pada hari Kiamat, aib pengkhianat akan dipermalukan secara terbuka dengan bendera yang menunjuk identitasnya. Ini menjadi peringatan keras untuk selalu menepati janji, baik kepada Allah maupun sesama manusia, karena setiap pengkhianatan akan dipertanggungjawabkan.

# 5
وَعَنْ أبي سَعِيدٍ الخُدْرِي رضي اللَّه عَنهُ أنَّ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : لِكُلِّ غَادِرٍ لِواءٌ عِندَ إسْتِه يَوْمَ القِيامةِ يُرْفَعُ لَهُ بِقدْرِ غدْرِهِ ، ألا ولا غَادر أعْظمُ غَدْراً مِنْ أمير عامَّةٍ » رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Setiap pengkhianat janji akan memiliki bendera yang ditancapkan di pantatnya pada hari kiamat, bendera itu dinaikkan setinggi tingkat pengkhianatannya. Dan sungguh, tidak ada pengkhianatan yang lebih besar daripada pengkhianatan seorang pemimpin." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan besarnya dosa dan kehinaan bagi pengkhianat janji, khususnya pemimpin. Bendera di pantat melambangkan aib yang terpampang di akhirat sesuai kadar khianatnya. Peringatan paling keras ditujukan kepada penguasa yang mengkhianati amanah rakyat, karena dampak kezhalimannya sangat luas. Hadis ini menjadi teguran agar setiap muslim, terutama pemimpin, menjaga amanah dan menepati janji.

# 6
وعنْ أبي هُرَيرةَ رضي اللَّه عنهُ عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : قَالَ اللَّه تعالى ثَلاثَةٌ أنا خَصْمُهُمْ يوْمَ القِيَامَةِ : رَجُلٌ أعطَى بي ثُمْ غَدَرَ ، وَرجُلٌ باع حُراً فأَكل ثمنَهُ ، ورجُلٌ استَأجرَ أجِيراً ، فَاسْتَوْفي مِنهُ ، ولَمْ يُعْطِهِ أجْرَهُ » رواه البخاري .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda: "Allah berfirman: 'Ada tiga golongan yang Aku akan menjadi lawan mereka pada hari kiamat: Seorang laki-laki yang berjanji dengan nama-Ku kemudian ia mengkhianatinya. Seorang laki-laki yang menjual orang merdeka lalu memakan hasil penjualannya. Dan seorang laki-laki yang mempekerjakan seorang pekerja, lalu pekerja itu telah menyelesaikan pekerjaannya, tetapi ia tidak memberinya upahnya'." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan ancaman keras Allah terhadap tiga bentuk kezaliman sosial: mengingkari janji atas nama-Nya, memperdagangkan manusia merdeka, dan menahan upah pekerja. Ancaman bahwa Allah akan menjadi lawan di hari kiamat menunjukkan betapa seriusnya ketiga dosa ini. Intinya, Islam sangat menjunjung tinggi amanah, kemuliaan manusia, dan keadilan dalam hak-hak pekerja.