✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Hal-Hal yang Dilarang
Kitab 18 · Bab 26

Larangan bersikap sombong, angkuh, dan melampaui batas

✦ 4 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿ فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ﴾[سورة النجم(32)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Dan janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa." (An-Najm: 32)

Penjelasan singkat: Ayat ini melarang manusia menyucikan atau membanggakan diri sendiri atas amal kebaikannya. Larangan ini mengingatkan bahwa penilaian sejati tentang ketakwaan dan kesucian hati hanya berada di ilmu Allah, bukan pada klaim pribadi. Hikmahnya adalah agar kita senantiasa rendah hati, tidak ujub, dan bersandar hanya pada rahmat serta penilaian Allah dalam setiap ibadah dan perbuatan baik.

# 2
وقال تعالى: ﴿إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَظْلِمُونَ النَّاسَ وَيَبْغُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ﴾[سورة الشورى(42)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Sesungguhnya jalan (siksa) itu hanyalah bagi orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih." (Asy-Syura: 42)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan bahwa ancaman siksa yang keras dari Allah secara khusus ditujukan kepada dua golongan pelaku kezaliman besar: pertama, mereka yang menzalimi sesama manusia, dan kedua, mereka yang melakukan kerusakan di muka bumi tanpa alasan yang benar. Pelajaran utamanya adalah bahwa kezaliman sosial dan kerusakan lingkungan merupakan dosa yang sangat serius di hadapan Allah, yang akan berbalas azab yang pedih. Dengan demikian, ayat ini menjadi peringatan untuk selalu menegakkan keadilan dan menjaga harmoni di tengah masyarakat serta kelestarian bumi.

# 3
وعَنْ عِياض بْنِ حمار رضي اللَّه عنْهُ قَال قَال رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إن اللَّه تَعالى أوْحَى إليَّ أن تواضعُوا حَتى لا يبْغِيَ أحَدٌ على أحدٍ ، ولا يفْخرَ أحدٌ على أحدٍ » رواه مسلم . قال أهلُ اللغةِ : البَغيُ : التَّعَدِّي والاستِطالةُ .
Terjemahan
Dari 'Iyadh bin Himar radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah hati, sehingga tidak ada seorang pun yang berlaku zalim kepada yang lain, dan tidak ada seorang pun yang menyombongkan diri atas yang lain." (HR. Muslim).
Ahli bahasa berkata: "Al-Baghyu" artinya melampaui batas dan berlaku sewenang-wenang.

Penjelasan Singkat:
Hadits ini memerintahkan umat Islam untuk memiliki sifat tawadhu' (rendah hati). Dengan tawadhu', seseorang tidak akan berlaku zalim atau sombong kepada orang lain. Perintah ini datang langsung dari wahyu Allah, menunjukkan betapa pentingnya akhlak ini dalam Islam.

Penjelasan singkat: Hadis ini menekankan perintah Allah agar setiap muslim memiliki sifat tawadhu' (rendah hati). Inti pelajarannya adalah bahwa sikap rendah hati akan mencegah dua kejahatan besar: kezaliman (al-baghyu) dan kesombongan. Dengan tawadhu', hubungan sosial menjadi harmonis, terhindar dari penindasan dan arogansi.

# 4
وعن أبي هُريرةَ رضي اللَّه عنْهُ أنَّ رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : « إذا قال الرَّجُلُ : هلَكَ النَّاسُ ، فهُو أهْلَكُهُمْ » رواه مسلم . الرِّوايةُ المشْهُورةُ : « أهْلكُهُمْ » بِرفعِ الكافِ ، ورُوِي بِنَصبِهَا .وهذا النَّهي لمنْ قالَ ذلكَ عجْباً بِنفْسِهِ ، وتصاغُراً للناسِ ، وارْتِفاعاً علَيْهمْ ، فهَذَا هُو الحرام ، وأما منْ قالهُ لما يرى في الناس مِن نقْصٍ في أمْر دينِهِم ، وقَالهُ تَحزُّناً علَيْهِمْ ، وعلى الدِّينِ ، فلا بأس بهِ . هَكَذا فَسَّرهُ العُلماءُ وفصَّلوهُ ، ومِمنْ قالَه مِنَ الأئمةِ الأعْلام : مالكُ ابنُ أنسٍ ،والخَطَّابيُّ، والحميدِيُّ وآخرونَ ، وقد أوْضَحْته في كتاب « الأذْكَارِ » .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika seseorang mengatakan, 'Celakalah manusia,' maka dialah yang paling celaka di antara mereka." (HR. Muslim).
Riwayat yang masyhur adalah "Ahlakuhum" dengan mengkasrahkan kaf, dan ada juga riwayat dengan menashabkannya. Larangan ini bagi orang yang mengatakannya karena merasa bangga diri, meremehkan orang lain, dan merasa lebih tinggi dari mereka. Inilah yang haram. Adapun orang yang mengatakannya karena melihat kekurangan pada agama manusia, dan mengatakannya karena merasa sedih atas keadaan mereka dan atas agama, maka tidak mengapa. Demikianlah para ulama menafsirkan dan merincikannya. Di antara imam yang mengatakan hal ini adalah Malik bin Anas, Al-Khaththabi, Al-Humaidi, dan lainnya. Penjelasan ini telah kuterangkan dalam kitab "Al-Adzkar".

Penjelasan Singkat:
Hadits ini melarang kita untuk mudah mencela dan merendahkan orang lain dengan kalimat umum seperti "celakalah manusia". Larangan ini berlaku jika ucapan itu dilandasi kesombongan dan merasa diri paling baik. Namun, jika ucapan itu keluar karena rasa sedih dan prihatin melihat kemerosotan agama di masyarakat, maka diperbolehkan. Niat dan konteks sangat penting dalam menilai suatu perkataan.

Penjelasan singkat: Hadis ini melarang sikap merendahkan dan menyepelekan orang lain dengan perasaan paling benar sendiri. Ucapan "celakalah manusia" menjadi terlarang jika dilandasi kesombongan dan merasa diri paling soleh. Namun, tidak mengapa jika diucapkan karena rasa sedih dan prihatin melihat kemerosotan agama. Intinya, niat dan sikap hati menjadi penentu nilai suatu perkataan.