Kitab 18 · Bab 32
Larangan menarik kembali hadiah yang telah diucapkan pemberiannya kepada seseorang meski belum diserahkan; hadiah yang diucapkan untuk anak dan telah atau belum diserahkan; tidak pantas membeli sesuatu yang telah dia sedekahkan dari orang yang dia berikan sedekah, zakat, atau denda itu; namun tidak masalah membelinya dari pihak ketiga yang mana benda itu telah menjadi miliknya.
✦ 2 Hadith ✦
# 1
عَنِ ابنِ عَبَّاسٍ رضي اللَّه عنْهُما أن رَسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « الَّذِي يعُودُ في هِبَتهِ كَالكَلبِ يرجعُ في قَيْئِهِ » متفقٌ عليه .
وفي روايةٍ : « مَثَلُ الَّذي يَرجِعُ في صدقَتِهِ ، كَمَثلِ الكَلْبِ يَقيءُ ، ثُّمَّ يعُودُ في قَيْئِهِ فَيَأكُلُهُ » .
وفي روايةٍ : « العائِدُ في هِبَتِهِ كالعائدِ في قَيْئِهِ » .
Terjemahan
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Orang yang mengambil kembali pemberiannya adalah seperti anjing yang menjilat kembali muntahnya.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Dalam riwayat lain: "Perumpamaan orang yang mengambil kembali pemberiannya adalah seperti anjing yang muntah, kemudian ia kembali kepada muntahnya itu dan memakannya."
Dalam riwayat lain: "Orang yang mengambil kembali apa yang telah ia berikan adalah seperti orang yang memakan kembali muntahnya sendiri."
Penjelasan singkat: Hadis ini memberikan peringatan keras tentang larangan menarik kembali hibah atau sedekah yang telah diberikan. Rasulullah SAW mengibaratkan perbuatan tersebut dengan kejijikan anjing yang memakan kembali muntahnya. Perumpamaan yang sangat keras ini menegaskan betapa buruk dan tercelanya sifat kikir serta tidak ikhlas dalam berbagi. Hikmahnya, seorang muslim harus memberi dengan tulus dan menjadikan pemberian itu sebagai amal akhirat yang tetap, bukan transaksi duniawi yang bisa diminta kembali.
Dalam riwayat lain: "Perumpamaan orang yang mengambil kembali pemberiannya adalah seperti anjing yang muntah, kemudian ia kembali kepada muntahnya itu dan memakannya."
Dalam riwayat lain: "Orang yang mengambil kembali apa yang telah ia berikan adalah seperti orang yang memakan kembali muntahnya sendiri."
Penjelasan singkat: Hadis ini memberikan peringatan keras tentang larangan menarik kembali hibah atau sedekah yang telah diberikan. Rasulullah SAW mengibaratkan perbuatan tersebut dengan kejijikan anjing yang memakan kembali muntahnya. Perumpamaan yang sangat keras ini menegaskan betapa buruk dan tercelanya sifat kikir serta tidak ikhlas dalam berbagi. Hikmahnya, seorang muslim harus memberi dengan tulus dan menjadikan pemberian itu sebagai amal akhirat yang tetap, bukan transaksi duniawi yang bisa diminta kembali.
# 2
وَعَنْ عُمَرَ بن الخَطَّابِ رضي اللَّه عنْهُ قَالَ : حَمَلْتُ عَلى فَرَسٍ في سبيلِ اللَّه فأَضَاعَهُ الَّذي كَانَ عِنْدَه ، فَأردتُ أنْ أشْتَريَهُ ، وظَنَنْتُ أنَّهُ يَبيعُهُ بِرُخْصِ ، فسَألتُ النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَقَالَ : « لا تَشتَرِهِ وَلا تَعُدْ في صدَقَتِكَ وإن أعْطَاكَهُ بِدِرْهَمٍ ، فَإنَّ الْعَائد في صَدَقَتِهِ كَالْعَائِدِ في قيْئِهِ » متفقٌ عليه .
قوله : « حمَلْتُ عَلى فَرسٍ في سَبيلِ اللَّه » معْنَاهُ : تَصدَّقْتُ بِهِ عَلى بعْض المُجاهِدِينَ.
Terjemahan
Dari Umar bin Al-Khaththab radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku pernah menyedekahkan seekor kuda untuk digunakan di jalan Allah. Namun orang yang kuberi kuda itu tidak menjaganya dengan baik. Maka aku ingin membelinya kembali, dan aku mengira ia akan menjualnya dengan harga murah. Lalu aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Beliau bersabda: 'Janganlah kamu membelinya, jangan kamu ambil kembali sedekahmu, meskipun ia menjualnya kepadamu dengan harga satu dirham, karena orang yang mengambil kembali sedekahnya adalah seperti orang yang memakan kembali muntahnya sendiri.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan larangan keras untuk mengambil kembali harta yang telah disedekahkan, meskipun dengan cara membelinya. Nabi mengibaratkan orang yang menarik kembali sedekahnya seperti anjing yang memakan kembali muntahannya. Hikmahnya adalah agar sedekah diberikan dengan ikhlas tanpa pamrih, menjaga kepercayaan dalam amal sosial, dan memutuskan harapan untuk memiliki kembali harta yang telah diinfakkan di jalan Allah.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan larangan keras untuk mengambil kembali harta yang telah disedekahkan, meskipun dengan cara membelinya. Nabi mengibaratkan orang yang menarik kembali sedekahnya seperti anjing yang memakan kembali muntahannya. Hikmahnya adalah agar sedekah diberikan dengan ikhlas tanpa pamrih, menjaga kepercayaan dalam amal sosial, dan memutuskan harapan untuk memiliki kembali harta yang telah diinfakkan di jalan Allah.