✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Hal-Hal yang Dilarang
Kitab 18 · Bab 48

Larangan membebani diri sendiri dengan kewajiban yang sulit dilaksanakan, yaitu perbuatan atau perkataan yang tidak bermanfaat dalam pelaksanaannya karena kesulitannya.

✦ 3 Hadith ✦
# 1
قال اللَّه تعالى: ﴿قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ﴾[سورة ص(86)]
Terjemahan
Allah berfirman: "Wahai Muhammad! Katakanlah (kepada mereka), 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu (atas dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-adakan.'" (QS. Shad: 86)

Penjelasan singkat: Ayat ini menegaskan dua sifat utama Rasulullah ﷺ dalam berdakwah. Pertama, keikhlasan total, karena beliau tidak mengharapkan imbalan duniawi apa pun. Kedua, sifat amanah dan jujur, karena beliau tidak memalsukan atau mengada-adakan ajaran. Pelajarannya, seorang dai harus mendakwahkan kebenaran dengan niat murni karena Allah, bebas dari kepentingan materi dan jauh dari segala bentuk kebohongan atau kepura-puraan.

# 2
وعنْ ابن عُمر ، رضي اللَّه عنهُما ، قَالَ : نُهينَا عنِ التَّكلُّفِ . رواه البُخاري .
Terjemahan
Dari 'Umar radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Kami dilarang berlebih-lebihan (membuat kesulitan) dalam beragama." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan untuk menjauhi sikap berlebih-lebihan dan mempersulit diri dalam beragama. Islam adalah agama yang mudah, sehingga kita dilarang membuat aturan-aturan baru yang memberatkan di luar ketentuan syariat. Intinya, beribadahlah dengan sungguh-sungguh sesuai tuntunan Nabi, namun hindari sikap ekstrem dan memaksakan diri di luar kemampuan.

# 3
وعنْ مسْرُوق قَال : دخَلْنَا على عبْدِ اللَّهِ بن مسْعُودٍ رضي اللَّه عنُهُ فَقَال : يا أَيُّهَا النَّاس منْ عَلِم شَيئاً فَلْيقُلْ بهِ ، ومنْ لَمْ يعْلَمْ ، فلْيقُلْ : اللَّه أعْلَمُ ، فإنَّ مِنَ الْعِلْمِ أن تَقُولَ لِمَا لا تَعْلَمُ : اللَّه أعْلَمُ . قَال اللَّه تَعالى لِنَبيِّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : { قلْ ما أسأْلُكُمْ عَليْهِ مِنْ أجْرٍ وما أنا مِنَ المُتَكَلِّفِين } رواهُ البخاري .
Terjemahan
Dari Masruq, ia berkata: Kami menjenguk 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Saat itu, dia berkata: "Barangsiapa mengetahui sesuatu, hendaklah ia berbicara. Dan barangsiapa tidak mengetahui, hendaklah ia mengatakan, 'Allah lebih mengetahui.' Karena sesungguhnya termasuk ilmu adalah berkata tentang apa yang tidak ia ketahui, 'Allah lebih mengetahui.'" Allah berfirman kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam: "Wahai Muhammad! Katakanlah (kepada mereka), 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu (atas dakwahku); dan aku bukanlah termasuk orang yang mengada-adakan.'" (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sikap rendah hati dan kejujuran dalam ilmu. Seorang yang berilmu wajib menyampaikan apa yang diketahuinya, namun lebih penting lagi adalah mengakui ketidaktahuan pada hal yang tidak dikuasai dengan mengucapkan "Allahu a'lam". Mengakui batas ilmu sendiri justru merupakan bagian dari ilmu itu sendiri, sebagai bentuk menghormati kebesaran dan keluasan ilmu Allah.