Kitab 18 · Bab 68
Larangan berbicara kepada ahli bid'ah (pelaku maksiat) dan pembuat perkara baru dalam agama... seperti kata "tuan" dan kata-kata yang serupa dengannya.
✦ 1 Hadith ✦
# 1
عن بُرَيْدَةَ رَضِيَ اللَّه عنهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَقُولُوا للْمُنَافِقِ سَيِّدٌ ، فَإِنَّهُ إِنْ يكُ سَيِّداً ، فَقَدْ أَسْخَطْتُمْ رَبَّكُمْ عزَّ وَجَلَّ » رواه أبو داود بإِسنادٍ صحيحٍ .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kalian mengatakan kepada orang munafik 'tuan', karena jika kalian mengangkatnya sebagai tuan, sungguh kalian telah membuat Tuhan kalian murka."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang sahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini melarang memberikan gelar kehormatan seperti "sayyid" (tuan) kepada orang munafik, yaitu yang menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Larangan ini karena pemberian gelar tersebut mengandung pengakuan dan pengagungan, yang dapat dianggap ridha terhadap kemunafikannya. Intinya, kita wajib menjaga lisan dari pujian yang tidak pantas dan tidak memberikan kedudukan kepada orang yang memusuhi agama, agar tidak mendatangkan murka Allah.
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad yang sahih)
Penjelasan singkat: Hadis ini melarang memberikan gelar kehormatan seperti "sayyid" (tuan) kepada orang munafik, yaitu yang menyembunyikan kekafiran dalam hatinya. Larangan ini karena pemberian gelar tersebut mengandung pengakuan dan pengagungan, yang dapat dianggap ridha terhadap kemunafikannya. Intinya, kita wajib menjaga lisan dari pujian yang tidak pantas dan tidak memberikan kedudukan kepada orang yang memusuhi agama, agar tidak mendatangkan murka Allah.
‹
Larangan menggunakan kata "Syâhân Syâh" untuk penguasa dan orang lain, karena maknanya adalah "Raja diraja". Kata ini tidak boleh digunakan untuk siapa pun selain Allah.
Tidak boleh mencela demam panas.
(Penjelasan Hadis: Mencela penyakit seperti demam adalah tercela karena segala sesuatu, termasuk ujian sakit, terjadi dengan ketentuan Allah.)
›