✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Hal-Hal yang Dilarang
Kitab 18 · Bab 74

Larangan dari perkataan buruk dan tidak bermoral.

✦ 2 Hadith ✦
# 1
عَن ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ قَالَ : قَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لَيْس المُؤْمِنُ بالطَّعَّانِ ، وَلا اللَّعَّانِ ، وَلا الْفَاحِشِ ، وَلا الْبَذِيء » رواه الترمذي وقال: حديثٌ حسنٌ.
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Seorang mukmin bukanlah (orang) yang suka mencela, melaknat, berkata keji, dan berkata kotor." (HR. at-Tirmidzi dan ia berkata: hadis hasan).

Penjelasan singkat: Hadis ini menetapkan standar akhlak verbal seorang mukmin. Intinya, keimanan harus tercermin dalam tutur kata yang baik dan terjaga. Seorang beriman meninggalkan segala bentuk ucapan buruk seperti mencela, melaknat, berkata keji, dan kotor, karena hal-hal itu merusak harga diri orang lain dan bertentangan dengan akhlak Islam yang mulia.

# 2
وعِنْ أَنَسٍ رضي اللَّه عَنهُ قَاَل : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَا كَانَ الْفُحْشُ في شَيْءٍ إِلاَّ شانَهُ، ومَا كَانَ الحَيَاءُ في شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ » رواه الترمذي، وقال : حديثٌ حسن.
Terjemahan
Dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya apabila ada keburukan pada sesuatu, ia akan merusaknya. Dan sesungguhnya apabila ada rasa malu pada sesuatu, ia akan memperindahnya."
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan ia berkata: hadis ini hasan)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan dua prinsip hidup yang fundamental. Sifat buruk seperti perkataan atau perbuatan keji (al-fuhsy) akan selalu merusak dan menodai segala hal, baik pada diri seseorang maupun dalam hubungan sosial. Sebaliknya, sifat malu (al-hayā’) yang merupakan cabang dari iman, akan selalu menghiasi dan memperindah segala sesuatu yang menyertainya, menjadikan pemiliknya mulia dan terhormat.