Kitab 18 · Bab 75
Larangan dari berbicara dengan kata-kata yang dalam, menekankan suara, memperindah kosa kata, menggunakan bahasa yang tidak biasa didengar, dan menggunakan tata bahasa yang berlebihan ketika berbicara dengan orang awam biasa.
✦ 3 Hadith ✦
# 1
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « هَلَكَ المُتَنَطِّعُون » قَالَهَا ثَلاثاً . رَوَاهُ مُسْلِم .
« المُتَنَطِّعُونَ » : المُبَالِغُونَ في الأَمُورِ .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Celakalah orang-orang yang berlebihan (al-mutanaththi'un)!" Beliau mengucapkannya tiga kali. (HR. Muslim).
"Al-Mutanaththi'un": orang-orang yang berlebihan dalam segala urusan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengingatkan bahaya sikap berlebihan (al-mutanaththi'un) dalam segala urusan, baik dalam agama maupun dunia. Nabi ﷺ mengulangi peringatan ini tiga kali untuk menegaskan betapa seriusnya ancaman ini. Hikmahnya, Islam mengajarkan sikap pertengahan (tawassuth), menjauhi ekstremisme, dan melaksanakan ajaran dengan cara yang seimbang sesuai tuntunan syariat.
"Al-Mutanaththi'un": orang-orang yang berlebihan dalam segala urusan.
Penjelasan singkat: Hadis ini mengingatkan bahaya sikap berlebihan (al-mutanaththi'un) dalam segala urusan, baik dalam agama maupun dunia. Nabi ﷺ mengulangi peringatan ini tiga kali untuk menegaskan betapa seriusnya ancaman ini. Hikmahnya, Islam mengajarkan sikap pertengahan (tawassuth), menjauhi ekstremisme, dan melaksanakan ajaran dengan cara yang seimbang sesuai tuntunan syariat.
# 2
وَعَنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللَّه عنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: «إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ الْبَلِيغَ مِنَ الرِّجَالِ الَّذي يَتَخَلَّلُ بِلِسَانِهِ كَمَا تَتَخَلَّلُ الْبَقَرَةُ » .
رَواه أَبو داودَ ، والترمذي ، وقال : حديثٌ حسن .
Terjemahan
Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah sangat murka kepada orang-orang yang berlebihan dalam berkata-kata, yaitu orang yang memaksakan lidahnya (berbicara dengan dibuat-buat) seperti sapi memaksakan lidahnya (saat makan)."
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, dan ia berkata: hadis ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya kesederhanaan dan kejujuran dalam berbicara. Allah membenci orang yang berlebihan dan dibuat-buat dalam ucapan, yang memaksakan kata-kata dengan penuh kepura-puraan. Hikmahnya adalah agar kita menjaga lisan, berbicara seperlunya dengan tulus, serta menghindari gaya bicara yang diumbar atau penuh rekayasa untuk mencari perhatian.
(Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, dan ia berkata: hadis ini hasan)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya kesederhanaan dan kejujuran dalam berbicara. Allah membenci orang yang berlebihan dan dibuat-buat dalam ucapan, yang memaksakan kata-kata dengan penuh kepura-puraan. Hikmahnya adalah agar kita menjaga lisan, berbicara seperlunya dengan tulus, serta menghindari gaya bicara yang diumbar atau penuh rekayasa untuk mencari perhatian.
# 3
وعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّه عَنْهُما أَنَّ رَسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِليَّ ، وَأقْرَبِكمْ مِنِّي مَجْلِساً يَوْمَ الْقِيامةِ ، أَحَاسِنُكُمْ أَخْلاقاً ، وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِليَّ ، وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي يوْمَ الْقيَامَةِ ، الثَّرْثَارُونَ ، وَالمُتَشَدِّقُونَ وَالمُتَفَيْهِقُونَ » رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسن ، وقد سبق شرحُهُ في باب حُسْنِ الخُلقِ .
Terjemahan
Dan dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat tempat duduknya denganku pada hari Kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci di antara kalian dan yang paling jauh tempat duduknya dariku pada hari Kiamat adalah orang-orang yang banyak bicara (ats-tsartsarun), orang-orang yang berlebihan dalam berbicara (al-mutasyaddiqun), dan orang-orang yang melantur dalam berbicara (al-mutafaihiqun)." (HR. at-Tirmidzi dan ia berkata: hadis hasan. Penjelasannya telah disebutkan pada bab akhlak yang baik).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa kedekatan dengan Rasulullah ﷺ di akhirat ditentukan oleh akhlak, bukan banyaknya bicara. Cinta dan kedudukan tertinggi diperoleh dengan budi pekerti yang luhur. Sebaliknya, kebencian dan jarak justru bagi mereka yang banyak omong, sombong dalam bicara, dan berlagak fasih tanpa substansi. Intinya, keutamaan manusia terletak pada etika dan sikapnya, bukan pada kefasihan kata-kata yang kosong.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan bahwa kedekatan dengan Rasulullah ﷺ di akhirat ditentukan oleh akhlak, bukan banyaknya bicara. Cinta dan kedudukan tertinggi diperoleh dengan budi pekerti yang luhur. Sebaliknya, kebencian dan jarak justru bagi mereka yang banyak omong, sombong dalam bicara, dan berlagak fasih tanpa substansi. Intinya, keutamaan manusia terletak pada etika dan sikapnya, bukan pada kefasihan kata-kata yang kosong.