Kitab 18 · Bab 78
Larangan menceritakan kecantikan seorang wanita kepada seorang laki-laki, kecuali dengan niat yang benar seperti untuk pernikahan.
✦ 1 Hadith ✦
# 1
عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّه عنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تُبَاشِرِ المرْأَةُ المَرْأَةَ ، فَتَصِفَهَا لِزَوْجِهَا كَأَنَّهُ يَنْظُرُ إِلَيْهَا » متفقٌ عليه .
Terjemahan
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah seorang wanita menyentuh wanita lain (untuk menggambarkan cirinya) lalu menceritakannya kepada suaminya, seolah-olah suaminya melihat wanita itu."
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan dan privasi antar sesama muslim. Larangan ini bertujuan mencegah timbulnya syahwat atau prasangka buruk dalam hati suami terhadap wanita lain yang digambarkan istrinya secara detail. Intinya, Islam menutup celah yang dapat menjerumuskan pada zina pandangan dan hati, serta mendidik umat untuk saling menjaga aurat dan harga diri.
(Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)
Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan dan privasi antar sesama muslim. Larangan ini bertujuan mencegah timbulnya syahwat atau prasangka buruk dalam hati suami terhadap wanita lain yang digambarkan istrinya secara detail. Intinya, Islam menutup celah yang dapat menjerumuskan pada zina pandangan dan hati, serta mendidik umat untuk saling menjaga aurat dan harga diri.