Kitab 18 · Bab 95
Larangan melabur kuburan dengan kapur dan membangun di atasnya.
✦ 1 Hadith ✦
# 1
عَنْ جَابِرٍ رضِي اللَّه عَنْهُ قَالَ : نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ ، وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيهِ ، وأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ . رواه مسلم .
Terjemahan
Dari Jabir radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang kuburan dikapur (diputihkan), diduduki, dan dibangun di atasnya. (Diriwayatkan oleh Muslim).
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan larangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk berlebihan dalam memuliakan kuburan. Tiga larangan ini—mengapur, menduduki, dan membangun di atasnya—bertujuan mencegah sikap berlebih-lebihan yang dapat mengarah pada pengkultusan. Intinya, Islam mengajarkan kesederhanaan dalam segala hal, termasuk dalam perawatan makam, agar tidak menyerupai perbuatan orang-orang musyrik dan menjaga kemurnian tauhid.
Penjelasan singkat: Hadis ini menegaskan larangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam untuk berlebihan dalam memuliakan kuburan. Tiga larangan ini—mengapur, menduduki, dan membangun di atasnya—bertujuan mencegah sikap berlebih-lebihan yang dapat mengarah pada pengkultusan. Intinya, Islam mengajarkan kesederhanaan dalam segala hal, termasuk dalam perawatan makam, agar tidak menyerupai perbuatan orang-orang musyrik dan menjaga kemurnian tauhid.