✦ Selamat Idul Fitri 1447 H 🌙 Taqabbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir dan batin. ✦
← Hal-Hal yang Dilarang
Kitab 18 · Bab 103

Larangan menghambur-hamburkan harta benda secara boros dan tidak sesuai dengan hukum.

✦ 2 Hadith ✦
# 1
عَنْ أبي هُريْرةَ رضي اللَّه عَنْهُ قَالَ : قَال رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إنَّ اللَّه تَعَالى يَرضي لَكُمْ ثلاثاً ، وَيَكْرَه لَكُمْ ثَلاثاً : فَيَرضي لَكُمْ أنْ تَعْبُدوه ، وَلا تُشركُوا بِهِ شَيْئاً ، وَأنْ تَعْتَصِموا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلا تَفَرَّقُوا ، ويَكْرهُ لَكُمْ : قِيلَ وَقَالَ ، وَكَثْرَةَ السُّؤالِ ، وإضَاعَةَ المَالِ »رواه مسلم ، وتقدَّم شرحه .
Terjemahan
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Sesungguhnya Allah meridhai tiga perkara bagi kalian dan membenci tiga perkara bagi kalian. Dia meridhai kalian dalam hal: (1) Beribadah hanya kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, (2) Berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya dan tidak berpecah belah. Dan Dia membenci bagi kalian: (1) Banyak bicara (yang sia-sia), (2) Banyak bertanya (pada hal yang tidak bermanfaat), dan (3) Menyia-nyiakan harta."
(Diriwayatkan oleh Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini menggariskan prinsip dasar kehidupan Muslim. Allah meridhai tauhid dan persatuan umat, serta membenci perbuatan sia-sia yang merusak individu dan komunitas. Intinya, fokuslah pada pengabdian kepada Allah, menjaga ukhuwah, dan menghindari perkataan, pertanyaan, serta perbuatan yang tidak bermanfaat.

# 2
وَعَنْ وَرَّادٍ كَاتِبِ المُغِيرَةِ بن شُعْبَة قالَ : أمْلَى عَلَيَّ المُغِيرَةُ بنُ شُعبةَ في كتاب إلى مُعَاويَةَ رضي اللَّه عنْه ، أنَّ النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ يَقُول في دبُرِ كُلِّ صَلاةٍ مَكْتُوبَةٍ : « لاَ إلَهَ إلاَّ اللَّه وَحدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَله الْحَمْد وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ قَدِيرٌ ، اللَّهُمَّ لاَ مانِعَ لِمَا أعْطَيْتَ ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ ، وَلاَ ينْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ » وَكَتَبَ إلَيْهِ أنَّهُ « كَانَ يَنْهَى عَنْ قِيل وقَالَ ، وإضَاعَةِ المَالِ ، وَكَثْرةِ السُّؤَالِ ، وَكَانَ يَنْهَى عَنْ عُقُوقِ الأمهَّاتِ ، ووأْدِ الْبَنَاتِ ، وَمَنْعٍ وهَاتِ » متفقٌ عَلَيْهِ ، وسبق شرحه .
Terjemahan
Dari Warrad, sekretaris Al-Mughirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Al-Mughirah menyuruhku menulis dalam sebuah surat untuk Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu, bahwa sesungguhnya Nabi ﷺ biasa membaca doa setelah shalat fardhu: "La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa 'ala kulli syai'in qadir. Allahumma la mani'a lima a'thaita, wa la mu'thiya lima mana'ta, wa la yanfa'u dzal jaddi minkal jadd." (Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halangi. Dan tidak bermanfaat bagi pemilik kekayaan, kekayaannya di hadapan-Mu). Dia (Al-Mughirah) menulis kepada Mu'awiyah bahwa Nabi melarang dari: (1) Bicara 'si fulan berkata, si fulan berkata' (ucapan sia-sia), (2) Menghambur-hamburkan harta, dan (3) Banyak bertanya (yang tidak bermanfaat). Dan beliau juga melarang: (1) Durhaka kepada ibu, (2) Mengubur hidup-hidup anak perempuan, (3) Menahan hak yang wajib diberikan, dan (4) Memberi yang bukan haknya.
(Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Penjelasan singkat: Hadis ini mengajarkan sunnah membaca zikir dan doa khusus setelah shalat fardhu. Kandungannya menegaskan tauhid, mengakui kekuasaan mutlak Allah, serta ketidakberdayaan makhluk di hadapan-Nya. Doa ini juga mengajarkan sikap pasrah dan husnuzan kepada Allah dalam hal pemberian dan penolakan-Nya.